Semarang – Kesan
seram dan mistis seperti yang banyak diperbincangkan nampaknya tak
terlihat ketika pertama kali menginjakan kaki di bangunan era kolonial
Belanda ini. Bangunan yang berusia seabad lebih ini dahulu digunakan
oleh Belanda sebagai Het
Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS)
atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS, namun kini masyarakat
lebih mengenalnya dengan sebutan Lawang Sewu (Seribu Pintu).
![]() |
| Deretan Pintu Lawang Sewu |
Sebutan
Lawang Sewu bukan tanpa alasan, jika dilihat secara sekilas kita akan
sadar bangunan yang berkonsep art deco ini memiliki banyak pintu yang
saling menghubungkan setiap ruangan yang ada. Pemugaran
menyeluruh yang di lakukan oleh PT KAI berhasil merubah wajah gedung
yang terkenal dengan lokasi uji nyali ini menjadi lebih indah dan nyaman
untuk dikunjungi. Walau demikian, masih terdapat beberapa bagian gedung
yang belum tersentuh perbaikan seperti gedung kamar mandi.
Dengan
membayar tiket Rp 10.000,- bagi dewasa dan Rp 5.000,- bagi anak-anak
kita sudah dapat memutari seluruh areal komplek Lawang Sewu hingga puas.
Jika ingin lebih mengenal sejarah Lawang Sewu pengunjung juga dapat
menyewa guide yang siap menemani para pengunjung dengan membayar Rp
30.000,-.
![]() |
| Halaman Gedung Lawang Sewu |
![]() |
| Bagian dalam Lawang Sewu |
Tak hanya menikmati keindahan arsitektur luar bangunan, bagi yang memiliki nyali lebih bisa mencoba menyusuri lorong air bawah tanah yang tepat berada di bawah gedung dengan membayar tiket tambahan sebesar Rp 30.000,-. Para pengunjung akan dipinjamkan sepatu boot serta senter dan juga ditemani oleh pemandu selama berada di dalam.
![]() |
| Bagian Samping Lawang Sewu |








0 comment:
Posting Komentar